Tazkirah

Tazkirah

[box id=”tazkirah” icon=”moon-o” style=”solid”]

Aku menemui aku..tanyanya apa lagi yang aku cari?

 

Lalu aku sedari,

pencarianku adalah apa yang sudah berada di sisiku.

Silau pandangan dan kelemahanku hanya lah dorongan pencarian selainNya..

hanya kerna fitnah nafsuku sendiri ..

lalu aku berdiam dan mendengarnya.

 

Katanya…

Sesungguhnya Allah itu TuhanMu seperti mana jua yang engkau sembah dahulu, sekarang dan masa hadapan. Apa yg mengubahMu?

Adalah pesekitaranmu adalah penyaksian dari perjalanan ilmu, hikmah dan hakikatNya. Dari perubahan kadar Kurniaan dan PemberianNya.

Sedangkan engkau tetaplah aku.

 

Allah itu TuhanMu yang sama seperti dulu, sekarang dan masa hadapan dan aku tetap menjadi aku pada hakikatnya walau di mana keadaan dan perubahannya.

 

KETIKA aku ingin hidup KAYA,

Aku lupa bahwa HIDUP adalah suatu KEKAYAAN-NYA.

 

KETIKA aku takut MEMBERI,

Aku lupa bahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN-NYA.

 

KETIKA aku ingin jadi yang TERKUAT,

Aku lupa bahwa dalam KELEMAHAN, Allah lah yang telah memberi aku

KEKUATAN.

 

KETIKA aku takut RUGI,

Aku lupa bahwa HIDUPKU adalah sebuah KEBERUNTUNGAN dari-Nya.

 

HIDUP ini sangatlah INDAH jika kita MENSYUKURI apa yang sudah ada.

Adakalanya yang TERINDAH bukanlah yang TERBAIK,

Yang SEMPURNA belum tentu menjanjikan KEBAHAGIAAN.

Tetapi yg SEMPURNA itu adalah ketika kita mampu dan mau MENERIMA semua

KEKURANGAN & KELEBIHAN kita dalam menjalani kehidupan ini.

 

ITULAH SUATU KEBAHAGIAAN.

 

(1)        Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan ALLAH yang benar-benar Maha benar.

(2)        Kalau Anda boleh meyakini pendapat Anda, mengapa orang lain tidak boleh, selama itu benar.

(3)        Jangan banyak mencari banyak, carilah yg berkah. Banyak mampu didapat dengan hanya meminta. Tapi memberi akan mendatangkan banyak dan berkah.

(4)        Tidak ada alasan untuk tidak bersedekah kepada sesama kerana sedekah tidak harus berupa harta. Mampu berupa ilmu, tenaga, bahkan senyuman.

(5)        Apa yang kita makan akan habis. Apa yang kita simpan belum tentu kita nikmati. Apa yang kita infakkan justru menjadi rizki yang paling kita perlukan kelak.

(6)        Abadikan kebaikanmu dengan melupakan masa lalumu yang kelam.

(7)        Tawakkal mengiringi upaya. Doa menyertai usaha.

(8)          “Berkata baik atau diam” adalah pesan Nabi yang sederhana tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan.

(9)        Janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti.

(10)   Mau mencari aib orang? Mulailah dari dirimu sendiri !

(11)   Hati yang bersih dan pikiran yang jernih adalah suatu anugerah yang SUNGGUH ISTIMEWA. Berbahagialah mereka yang telah mendapatkannya.

(12)   Meski pun sudah tahu bahwa memakai kaca mata hitam membuat dunia terlihat gelap, tetap saja banyak yang tidak mahu melepaskannya. Padahal kacamata AGAMA mampu membuka Mata Hati.

(13)   Awalilah usahamu dengan menyebut nama Tuhanmu dan sempurnakanlah dengan berdoa kepadaNya.

(14)   Ada pertanyaan yang ‘tidak bertanya’; maka ada jawaban yang ‘tidak menjawab’.

(15)   Sambutlah pagi dengan menyalami mentari, menyapa burung-burung, mensenyumi bunga-bunga, atau mendoakan kekasih. Jangan awali harimu dgn menghukum dirimu & melaknati langit.

(16)   Wajah terindahmu ialah saat engkau TERSENYUM. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai nan tulus.

(17)   Marilah kita laksanakan kebaikan itu mulai dari sekarang, kerana ajal selalu berada didepan kita.

 [/box]

One Comment

  • A Mubin Atan A Mubin Atan says:

    Terima kasih tuan DT…..Takzirah ….AKU…membuat diri ini…amat kerdil …si tua..d tunjuk arah cahaya yg sinarnya semakin nampak seri…insyaAllah

Leave a Reply

Or