Ilmu dan Amalan

Solat Taubat

By 07/07/2015 No Comments

Solat Taubat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat dan ianya disandarkan kepada hadis daripada ‘Ali radhiallahu’ anh, dia berkata:

وَإِنَّهُ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ وَصَدَقَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ: مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ لَهُ
ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ إِلَى آخِرِ الْآيَةِ

Maksudnya: Abu Bakar telah menceritakan kepadaku (sesuatu hadis) dan Abu Bakar radhiallahu’ anh adalah seorang yang benar (al-Shiddiq), dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidak seorang hamba pun yang telah mengerjakan sesuatu dosa, lalu dia mengambil wuduk dengan sempurna, kemudian dia mendirikan solat dua rakaat, setelah itu (menyelesaikan solat tersebut) dia memohon ampun kepada Allah (atas dosanya tersebut), maka Allah akan mengampunkan dosanya. Kemudian baginda membaca ayat:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِم
وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Maksudnya: Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah, dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya) (Aali Imran (3) : 135). – Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab Tafsir al-Qur’an, no: 2932. Kisah di balik turunnya ayat 135 – 136 surat Ali Imran [3.135] Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. [3.136] Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. Asbabun Nuzul : Abdurrahman bin Ghannam Al-Daws mengisahkan bahwa sahabat Mu’adz bin Jabal mendatangi Rasulullah dengan mengatakan ada seorang pemuda tampan sedang menangis seperti anak kehilangan ibunya. Pemuda itu lalu dipanggil masuk menghadap Rasulullah. “Apa yang membuatmu menangis wahai pemuda?” tanya Rasulullah. “Bagaimana aku tidak menangis ya Rasulullah, aku telah melakukan dosa besar yang kurasa tidak mungkin diampuni Allah!” Rasulullah pun langsung bertanya, “Apakah engkau mempersekutukanNya?” Pemuda itu serta merta menjawab, “Aku berlindung kepada Allah supaya aku tidak pernah menyekutukanNya” “Apakah engkau membunuh seseorang yang diharamkan Allah untuk membunuhnya?” tanya Rasulullah selanjutnya. “Tidak ya Rasulullah!” “Kalau begitu Allah akan mengampuni dosa-dosamu meskipun dosamu itu sebesar gunung yang menjulang tinggi ke langit” kata Rasulullah. Namun dengan tangis yang demikian keras pemuda itu berkata, “Dosaku lebih besar dari gunung itu!” “Allah akan mengampuni dosamu meski sebesar tujuh bumi berikut lautan dan segala yang ada padanya” hibur Rasulullah sambil tersenyum. “Namun ya Rasulullah dosaku lebih besar dari itu!” Dengan sabar Rasulullah bersabda “Allah tetap akan mengampuni dosamu meski dosamu sebesar langit berikut bintang gemintang dan singasanaNya” Kembali pemuda itu dengan memelas berkata, “Dosaku lebih besar dari itu ya Rasulullah!” “Wahai pemuda! Apakah dosa-dosamu yang lebih besar ataukah Tuhanmu?” Maka tersungkurlah pemuda itu dengan mengatakan, “Subhanallah, tidak ada yang lebih besar daripada Tuhanku!” “Kalau begitu, dosa apa yang telah engkau perbuat?” sergah Rasulullah. Lalu dengan berlinang air mata, pemuda itu berkisah, “Sudah tujuh tahun ini pekerjaanku mencuri kain kafan mayat yang baru meninggal untuk dijual di pasar. Pada suatu hari ada seorang anak gadis Anshar meninggal dunia. Setelah dikubur dan ditinggalkan keluarganya, kuburnya kugali dan kulucuti kain kafannya. Kutinggalkan mayat itu dalam keadaan telanjang di bibir kuburan dan lalu aku bergegas pulang membawa jarahanku. Di rumah aku membayangkan betapa mulusnya mayat itu, sampai aku tergoda melihatnya kembali. Ketika melihat mayat telanjang itu aku tidak dapat menguasai diriku sehingga aku menggaulinya. Ketika itu seolah aku mendengar suara yang mengatakan, ‘Wahai pemuda, celakalah engkau di hadapan penghisab pada hari kiamat kelak, tempatmu adalah di neraka…’ Aku sangat terkejut dan takut sekali. Bagaimana pendapatmu ya Rasulullah.”Dengan terkejut Rasulullah berkata, “Nyahlah engkau dari sisiku. Aku takut akan terbakar bersama apimu! “Pemuda itu segera pergi meninggalkan Rasulullah dengan wajah sangat memelas. Ia pergi ke mengasingkan diri di suatu tempat. Selama empat puluh hari ia menangis terus menerus memohon ampun kepada Allah, “Ya Allah, ampunilah segala kesalahanku dan berilah wahyu kepada nabiMu. Jika Engkau tidak mengampuniku, maka berikanlah segera aku siksaan yang menghancurkanku di dunia ini, tetapi selamatkan aku dari siksaMu di hari kiamat nanti.” Rupanya tobat pemuda itu diterima Allah dengan turunnya ayat 135-136 Surat Ali Imran diatas. Setelah menerima wahyu itu, Rasulullah bersama para sahabat berangkat mencari pemuda itu. Akhirnya pemuda itu ditemukan di antara dua batu besar dalam keadaan lemah dengan mata sembab karena banyak menangis. Rasulullah yang mulia kemudian menghampiri pemuda itu dan membersihkan debu-debu yang menempel di kepalanya sambil bersabda, “Aku ingin memberi kabar gembira kepadamu bahwa engkau kini adalah orang yang dibebaskan Allah dari api neraka.” Kemudian Rasulullah berpaling kepada para sahabat yang mengikutinya seraya berkata, “Beginilah seharusnya kalian menyertai dosa yang kalian lakukan: seperti yang dilakukan oleh pemuda ini.”

Kaedah solat taubat. Di dirikan 2 rakaat. Rakaat pertama ,setelah dibaca doa iftitah, baca akan Al-Fatihah seperti biasa dan di sudahi dgn membaca dua ayat dr surah al imran ini.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135) أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

[3.135] Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.[3.136] Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. Rakaat ke-2 Setelah membaca Al-Fatihah seperti biasa,maka disusuli dengan membaca Surah Al Ikhlas sebanyak 3 kali Selepas salam, diulangi akan ayat 135 dn 136 dr surah Al Imran tadi berapa kali. Dengan izin Allah saya jazamkan amalan ini untuk pembaca2 sekelian. Istiqamahlah dengannnya.

Leave a Reply

Or