Tazkirah

Pakaian Zuhud

1. JAHANAM BAGI YANG MENGHENDAKI KEHIDUPAN DUNIAWI
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Al Israa’ 18)

2. TETAPI KAMU MEMILIH KEHIDUPAN DUNIAWI
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Al A´laa 14-17)

3. NERAKA BAGI PENGUMPUL DUNIA (KIKIR)
Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At Taubah 35)

4. JANGAN RAKUS PADA DUNIA
Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah bukan kefakiran (kemiskinan) yang aku khawatirkan atas kamu, akan tetapi aku khawatir apabila dunia ini dibentangkan untukmu sebagaimana ia telah dilapangkan untuk orang-orang sebelum kamu, lalu kamu saling merebut dunia sebagaimana mereka memperebutkannya. Akhirnya dunia menghancurkan kamu sebagaimana ia telah membinasakan mereka”. (Bukhari Muslim)

5. CENGKERAMAN DUNIA
Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berkata, “Pada suatu hari ketika aku bersama Rasulullah saw, maka beliau menggerakkan tangannya seolah-olah menolak sesuatu, sedangkan aku tidak melihat sesuatu apa pun di depan beliau. Tanyaku, “Wahai Rasulullah saw, mengapa engkau menggerakkan tanganmu seolah-olah menolak sesuatu, padahal aku tidak melihat sesuatu apa pun dihadapanmu?”. Beliau saw bersabda, “Diperlihatkan kepadaku seolah-olah dunia hendak mendatangi aku, maka kataku, “Pergilah kamu dari aku, sebab aku tidak senang denganmu”. Kata Dunia, “Ketahuilah bahwa kamu tidak akan mendapatkan aku lagi. Demi ALLAH jika kamu dapat terlepas dari cengkeramanku, maka aku tidak akan melepaskan cengkeramanku terhadap orang-orang yang datang sepeninggalmu”

6. ALLAH AKAN MEMECAH BELAH HARTA ORANG YANG MENGINGINKAN DUNIA
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa ia bangun di pagi buta (pagi sekali) sedang ia berharap hanya pada harta benda (duniawi), maka ALLAH pasti mencerai beraikan urusan orang tersebut dan memecah belah hartanya. Dan ALLAH menjadikan kefakirannya itu di depan kedua matanya. Dan dunia yang telah tertulis baginya. Dan barangsiapa yang bangun pagi buta dengan mengharap akhirat, maka ALLAH pasti mengumpulkan keinginannya itu dan memelihara harta yang dimilikinya. ALLAH menjadikan kekayaan di dalam hatinya. Dunia akan mendatanginya dengan penuh hina dina (tak berharga)” (Imam al-Ghazali)

7. DUNIA ADALAH SENDA GURAU
Apakah engkau tidak memperhatikan firman ALLAH SWT, “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah senda gurau, permainan dan perhiasan”.
Senda gurau, permainan, dan perhiasan bagi anak kecil yang bodoh, bukan untuk orang-orang dewasa yang memiliki akal sehat. Aku telah memberitahukan bahwa dunia hanya untuk orang yang bodoh yang tidak berakal sehat. Dan aku juga telah memberitahukan bahwa kalian diciptakan bukan untuk permainan dan sibuk dengan dunia dengan melupakan akhirat. Apabila engkau mengambil bagian dunia dengan hawa nafsu, keinginan, dan syahwat, maka apa yang engkau dapat darinya hanya berupa ular, kalajengking, dan racun. Sibukkanlah dirimu dengan akhirat, kembalikan hatimu untuk dekat dengan-NYA. Sibuklah dengan-NYA, setelah itu barulah engkau ambil apa saja yang datang kepadamu (dunia), melalui tangan kemurahan-NYA. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

8. ALLAH TIDAK MEMANDANG DUNIA KARENA TIDAK BERHARGA
Nabi saw bersabda, “Sejak ALLAH menciptakan dunia, DIA tidak pernah memandangnya”. Hasan ra mengatakan bahwa maksudnya, ALLAH swt tidak pernah memandangnya dengan pandangan rahmat-NYA karena kebencian-NYA. Sungguh dunia itu merupakan hijab (penghalang) yang besar. Dengan ujian dunia akan terbukti manakah orang yang bersih dan manakah orang yang cacat. Orang yang masih terdapat cinta dunia dalam hatinya tidak akan bisa sampai pada kelezatan bermunajat kepada-NYA. Karena cinta dunia itu berlawanan dengan ALLAH dan berlawanan dengan sesuatu yang dicintai ALLAH SWT. (al-Ghunyah; Syaikh Abdul Qadir Jailani, 2010)

9. AKU TAKUT KALIAN BERLUMBA MENDAPATKAN DUNIA
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya demi ALLAH aku tidak takut kalian akan berbuat syirik, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah dunia, jangan-jangan kalian saling berlumba mendapatkannya”. (HR Bukhari Muslim)

10. DUNIA ADALAH FITNAH
DUNIA adalah FITNAH dan MENYIBUKKAN, kecuali yang mengambilnya dengan niat kebaikan akhirat. Apabila niatnya benar dalam mengolah dunia, maka dunia akan bernilai bagi akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

11. MEMBICARAKAN DUNIA ADALAH RACUN YANG MEMATIKAN
Usia dunia hanya sekejap, kenikmatannya akan sirna, kebaikanna akan berubah, tangannya akan menikam, dan memBICARAkannya adalah RACUN yang mematikan. Berdiri diatas dunia bagaikan berdiri diatas air, sehingga tidak akan dapat berdiri tegak karena gelombang yang mengombang-ambingnya. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

12. DUNIA ADALAH LADANG DAN AKHIRAT ADALAH TEMPAT TINGGAL
Wahai muridku, jangan jadikan apa yang kamu makan dan minum, yang kamu pakai, yang kamu nikahi dan berkumpul dengannya sebagai tujuan dan cita-cita. Semuanya adalah dorongan hasrat dan hawa nafsu.
Tujuan dan cita-cita hati adalah ALLAH al-Haq. Maka jadikanlah ALLAH dan segala  yang ada pada-NYA sebagai tujuan dan cita-citamu. Dunia ada penggantinya, yaitu akhirat. Makhluk ada penggantinya yaitu al-Khaliq.
Segala sesuatu yang kamu tinggalkan didunia, akan engkau dapati pengganti yang lebih baik didalam kehidupan yang akan datang. Anggaplah bahwa masih tersisa umur sampai hari ini, bersiaplah untuk kehidupan akhirat karena kesempatan itu akan hilang dengan datangnya malaikat Izrail pencabut nyawa.
Dunia adalah ladang dan tempat singgah bagi manusia, dan akhirat adalah tempat diam. Jika semangat dari ALLAH telah datang, maka keduanya (dunia dan akhirat) akan tertutupi. Sehingga dia akan berdiri diantara keduanya, tidak kepada dunia dan tidak kepada akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

13. HIDUP DI DUNIA BAGAI BERTEDUH DIBAWAH POHON
Rasulullah saw tidur diatas sebuah tikar, ketika beliau bangun tampak bekas tikar itu di pinggangnya. Kemudian kami berkata : “Wahai Rasulullah (bagaimana) seandainya kami membuatkan kasur (alas tidur yang empuk) untuk anda?” Maka Beliau bersabda, “Apalah artinya dunia ini bagiku? Aku didunia ini hanyalah bagaikan seorang pengendara yang berteduh dibawah sebuah  pohon kemudian pergi dan meninggalkannya”. (HR Tirmidzi)

15. DUNIA INI TAK BERHARGA
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya dunia ini dilaknat (dibenci tidak berharga) dan dilaknat (pula) apa yang ada didalamnya kecuali dzikir kepada Allah dan segala yang mendekatkan kepada-Nya, orang alim dan orang yang menuntut ilmu” (HR Tirmidzi)

16. DUNIA DI TANGAN BUKAN DI HATI
Dunia boleh saja ditanganmu atau berada disakumu untuk engkau simpan dan pergunakan dengan niat yang baik. Tetapi jangan meletakkannya didalam hati. Engkau boleh menyimpannya diluar pintu (hati), tetapi jangan memasukkannya ke dalam pintu. Karena hal itu, tidak akan melahirkan kemuliaan bagimu. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

17. DUNIA LEBIH PANTAS UNTUK DIINJAK
Sunan Gunung Jati sengaja menguji Sunan Kalijaga dengan sebongkah emas. Emas itu ditaruh di padasan, tempat orang mengambil wudhu. Sunan Kalijaga sendiri tak terkejut mengingat ajaran Sunan Ampel “jangan mudah heran dan terkejut”. Ia merubah emas menjadi batu bata, dan menjadikannya tempat menaruh bakiak (sandal dari kayu) bagi orang yang berwudhu. Giliran Sunan Gunung jati yang takjub. Ia pun menikahkan adiknya, Siti Zaenab dengan Sunan Kalijaga. (Tasawuf Nusantara,2006)

19. DUNIA YANG BURUK RUPA
Adapun bagi seorang raja, dunia tampak bagaikan seorang mempelai wanita yang rupawan. Sedangkan dimata para wali, dunia tak ubahnya seperti orang yang buruk wajahnya. Rambutnya terbakar, demikian juga pakaiannya dan wajahnya tercabik-cabik. Mereka hanya mengambil bagian mereka (dari dunia), itu pun karena terpaksa karena memang harus demikian, mereka sangat merindukan akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

20. HIDUP DI DUNIA SAJA
Barangsiapa yang lebih mencintai dunia, diiringi dengan kerakusan, lupa pada kematian, lupa bahwa ia akan bertemu Tuhannya dan tidak lagi membezakan halal dan haram, maka sesungguhnya dia sama dengan orang2 kafir yang mengatakan, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah hidup di dunia sahaja, kita mati dan hidup dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali masa” (al-Jatsia 24). (Syaih Abdul Qadir Jailani)

21. DUNIA INI HANYA GURAUAN YANG MENYESATKAN
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Muhammad 36)

22. JANGANLAH DUNIA MEMPERDAYAKANMU
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (Faathir 5)

23. DUNIA ADALAH SURGA ORANG KAFIR
Rasulullah saw bersabda, “Dunia ini adalah penjara orang mukmin dan surga orang kafir” (HR Muslim)
Rasulullah saw bersabda kepada Umar bin Khattab, “Tidakkah kau rela jika dunia menjadi milik mereka (orang kafir), dan surga menjadi milik kita?” (Bukhari Muslim)

24. Hati-Hati dengan Dunia
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran: 185)

25. TINGGALKAN AMBISI DUNIA
Kosongkan hatimu dari ambisi dunia, sesungguhnya dalam waktu dekat engkau akan meninggalkannya. Jangan mencari kesenangan hidup didunia, sebab itu tidak akan menolongmu. Nabi Muhammad saw bersabda, “Kehidupan (yang sebenarnya) adalah kehidupan akhirat”. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

26. DUNIA BUKAN UNTUK DINIKMATI
Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Barang siapa merindukan surga, niscaya ia takkan tergiur oleh segala kesenangan dunia”. (Al-Ghazali)
Semampu mungkin hindari kenikmatan dunia (meskipun kenikmatan yang mubah), agar tidak lupa dengan kehidupan akhirat

27. BILA INGATAN CONDONG PADA DUNIA, MAKA INGATANNYA PADA AKHIRAT AKAN BERKURANG
Syaikh Abdul Qadir Jailani menekankan pentingnya tawakal dengan mengutip maksud sebuah sabda Nabi saw, “Bila seseorang menyerahkan dirinya secara penuh kepada ALLAH, maka ALLAH akan mengaruniakan apa saja yang dimintanya. Begitu juga sebaliknya, bila dengan bulat ia menyerahkan dirinya kepada dunia, maka ALLAH akan membiarkan dirinya dikuasai oleh dunia”. Semakin banyak orang yang mengejar dunia, maka semakin lupa dia akan akhirat, sebagaimana dinyatakan dalam sabda Nabi saw, “Apabila ingatan manusia telah condong kepada dunia, maka ingatannya kepada akhirat akan berkurang”.
Disinilah letak perbandingan antara manusia yang mengejar dunia, sehingga semua hati dan perhatiannya ditumpukan kepada dunia yang dikejarnya. Berusaahalah dia siang dan malam karena dunia, padahal urusan keduniaan itu tidak ada akhirnya. Semakin banyak yang diraihnya, semakin serakah ia untuk terus berusaha mendapatkannya. Sebaliknya, bila ingatan manusia condong kepada akhirat maka ingatannya terhadap dunia akan berkurang. Oleh karena itu, pilihlah akhirat daripada dunia, karena akhirat lebih baik bagimu.

28. JANGAN TERLENA DENGAN KENIKMATAN DUNIA
Rasulullah saw bersabda, “Hiduplah engkau didunia seperti orang yang asing, atau laksana orang yang sekadar lewat ” (HR Bukhari)
Dunia yang fana ini hendaknya jangan membuat kita terlena. Perlakukanlah seolah kita orang asing yang singgah atau sekadar rekreasi sementara waktu karena rumah yang sesungguhnya adalah di akhirat. Oleh karena itu, ketika kita menemukan banyak sekali barang  keduniaan yang menggiurkan, ambillah sekadar yang kita perlukan untuk bekal perjalanan kita menuju akhirat.

29. KEHIDUPAN DUNIA YANG SANGAT-SANGAT SINGKAT
“Kesenangan hidup di dunia ini sangat sebentar disbanding dengan kesenangan hidup di akhirat” (at-Taubah 38)
Rasulullah saw bersabda, “Dunia, dibandingkan akhirat, hanyalah seperti kalian mencelupkan jari kalian di air laut, lalu perhatikanlah air yang menetes kembali (itulah dunia)” (HR Muslim)

30. KOSONGKAN HATI DARI DUNIA
Sibukkanlah dirimu dengan memperbaiki diri, tinggalkan angan-angan kosong dan kegilaan dunia. Rasulullah saw bersabda, “Kosongkanlah (hatimu) dari cita-cita dunia semampumu”. Wahai orang yang silau oleh dunia, apabila engkau mengenalnya tentu engkau tidak akan mengejarnya. Apabila ia datang kepadamu, ia akan membuatmu lelah. Apabila ia menguasaimu, maka engkau akan merugi (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

31. MELEPASKAN DIRI DARI DUNIA
Nabi saw bersabda, “Lepaskanlah dirimu dari kepentingan dunia semampumu”
Wahai hamba ALLAH, bila kamu mampu lepas dari keterjepitan dunia lakukanlah. Jika tidak mampu, maka tergesalah hatimu mengadu kepada ALLAH. Dan bergantunglah dibawah rahmat-NYA sampai keterjepitanmu dari dunia ini longgar untukmu dan lepas dari hatimu (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

32. MENAHAN KESENANGAN DUNIA AGAR MENDAPAT KEMEWAHAN AKHIRAT
Pernah serombongan orang iraq berkunjung ke rumah Umar bin Khattab ra. Maka Umar berkata kepada mereka, “Wahai penduduk Iraq, mungkin kalian hanya suka makanan yang mewah dan lezat. Ketahuilah jika kami mau, maka kami pun dapat membuat makanan yang mewah dan lezat bagi kami, akan tetapi kami ingin hidup sederhana didunia ini agar kami diberi kesenangan kelak di akhirat. Apakah kalian belum mendengar firman ALLAH yang berbunyi :
“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik.” (Al Ahqaaf 20)”.

33. MENGELUARKAN DUNIA DARI HATI
Seseorang bertanya kepadaku, “Bagaimana cara mengeluarkan cinta dunia dari dalam hati?”. Aku jelaskan kepadanya, “Perhatikanlah setiap perpindahan dunia itu dari satu tangan ke tangan lainnya. Dia berhasil untuk menghalangi dan membuat lupa para pemiliknya. Pada awalnya dunia akan mengangkat derajad pemiliknya dari orang lain, sehingga membuat dia disanjung dan dipuja. Saat ia terlena dengan kedudukan dan tarap hidupnya, tiba-tiba dunia menjerat dan menjatuhkannya, mereka diperdaya oleh dunia sehingga menghancurkannya. Dunia hanya tertawa, iblis pun ikut menyeringai tawanya. Demikianlah dunia memperlakukan orang kaya, para penguasa dan raja-raja, sejak zaman Adam hingga hari kiamat kelak. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

34. TINGGALKAN DUNIA DARI HATIMU
Wahai manusia, yang menjadikan engkau tidak mengenal ALLAH SWT dan para waliullah adalah rasa cinta dan sikap rakus terhadap dunia. Ingatlah kepada akhirat dan tinggalkanlah dunia (dari hatimu). (Syaikh ABdul Qadir Jailani)

35. MERASA PUAS DENGAN DUNIA
Kesenangan kepada dunia, bernikmat-nikmat dengan dunia, sungguh merupakan RACUN pembunuh, mengalir dalam urat-urat menuju hati, lalu mengeluarkan darinya semua perasaan takut, gelisah, ingatan kepada maut dan kepada kegalauan Hari Kiamat. Dan itulah saat-saat kematian hati. Sebagaimana firman ALLAH :
“mereka merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengannya” (Yunus 7). (Al-Ghazali)

36. MENINGGALKAN DUNIA DARI HATI
Seorang mukmin tidak akan silau oleh gemerlap dunia dan isinya, ia mengambil bagiannya kemudian hatinya menghadap ALLAH SWT kembali. Disana ia berdiri menghadap Tuhannya dan meninggalkan dunia (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

37. MENOLAK DUNIA DENGAN HATI
Seorang mukmin itu terpenjara oleh dunia, Walaupun berada ditangan keluarga yang bergelimangan harta dan kemewahan, keluarganya bergembira dan tertawa riang, tetapi batinnya tetap merasa berada didalam penjara. Mungkin wajahnya tampak bahagia, tetapi hatinya berada dalam kesedihan. Dia mengenal baik dunia, sehingga dia menolak dunia dengan hatinya (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

38. MENCERAIKAN DUNIA
Pada awalnya seorang shalihin “menceraikan” dunia dengan talak satu, karena dia khawatir kalau-kalau keadaannya berubah, ketika pintu akhirat terbuka baginya, dan ia mendapat yang lebih baik, maka dia menjatuhkan talak yang kedua kepada dunia. Dunia malah datang dan memeluknya, maka ia mentalak dunia dengan talak tiga, selanjutnya dia berdiri sepenuhnya dengan akhirat. Pada saat itu, munculnya cahaya ALLAH SWT maka dia pun mentalak akhirat. Dunia akan berkata kepadanya, “Mengapa engkau menceraikan aku?”. Ia menjawab, “Karena aku menemukan yang lebih baik”. Akhirat pun bertanya kepadanya dengan pertanyaan yang sama, maka dia menjawab, “Karena engkau hanya bentuk, bukan hakikat yang sebenarnya, maka bagaimana aku tidak menceraikanmu”. Saat itu, terbuktilah nilai ma’rifat-nya (cintanya) kepada ALLAH SWT. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Leave a Reply

Or